YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Google+ Followers

Minggu, 29 September 2013

I miss you, papap

Papap lagi apa di sana? Aku, mama, dan teteh selalu mendoakan papap. Sedetik pun gak pernah aku gak inget papap. Mungkin karena itu lah aku selalu berpikir bahwa papap masih ada disini.. Tapi ketika aku tersadar dari hayalanku, aku cuma bisa menangis..

Kadang aku memanggap kejadian waktu itu hanya mimpi buruk. Tapi aku selalu disadarkan oleh kenyataan yang menamparku... Aku tak bisa lagi berpura-pura menganggap bahwa papap masih hidup.
Yang aku masih tidak bisa percaya ialah.. Ternyata papap hanyalah manusia biasa, yang suatu saat akan meninggalkan dunia ini. Aku pikir waktu kita untuk bersama masih lama.. Masih panjang...

Aku selalu beranggapan bahwa papap adalah manusia yang sangat kuat, yang bisa melakukan segalanya. Segala urusan di rumah seperti listrik, air, semua dikerjakan papap. Makanya ketika papap pergi.. Hal kecil seperti air PAM tidak jalan pun, aku dan mama cukup panik dan tidak bisa melakukan apa-apa..

Banyak yang berubah, pap, setelah papap pergi.
Aku mulai terbiasa dengan lampu yang dinyalakan saat akan tidur, karena sekarang aku tidur berdua terus sama mama. Biasanya tidur berdua kalau papap lagi dinas malam aja, ya:)
Aku juga jadi sering makan, aku kan dulu sering di ledek papap kalau aku ga makan, pasti papp bilang "puasa" "diet" "udah makan di kampus" tiap aku tawarin papap untuk makan. Semuanya buat ngeledek anakmu yg takut menjadi gendut ini:">
Sekarang aku harus pasang hit elektrik sendiri.. Biasanya papap yang masangin.. Dan aku selalu berpura-pura udah tidur karena nanti papap pasti bilang "tidur, udah malem".
Aku yang biasanya berangkat kuliah dianter papap, pulang dianter papap, sekarang harus membiasakan diri lagi naik kendaraan umum kalau gak diantar jemput sama Arief.
Kalau inget papap udah ga disini rasanya kayak di banting dari atap, pap.. Remuk....

Banyak yang aku sesalin, pap..
Aku udah dapet feeling kalau waktu papap tinggal sebentar lagi sama kami. Tapi aku ga memanjakan papap selayaknya.. Aku selalu mengikuti ego aku sendiri. Aku jahat ya, pap:'(

Well.. Penyesalan selalu diakhir.
Aku gak pernah lupa bagaimana papap sakaratul maut. Papap cuma seperti sedang mengigau saat tidur. Aku bahkan tidak tau kalau itu adalah sakaratul maut. Aku kira papap hanya sedang sakit demam dan hendak pingsan karena saat kusentuh badan papap hangat sekali.. Aku ga pernah menyangka kalau saat itu adalah terakhir kalinya aku mendengar detak jantung papap dan melihat papap menangis saat aku minta maaf dan bilang aku sayang papap..
Mungkin itu pertama kalinya papap mendengar aku bilang "sayang" secara verbal saat aku sudah beranjak remaja...

Aku gak sabar. Kapan aku bisa ketemu papap lagi. Ngumpul sama mama, teteh.. Kapan, ya, pap?
Gak ada habisnya aku minta maaf sama papap.. Aku memang bukan anak yang 100% menuruti perintah dan nasihat papap dan mama.. Tapi aku sayang kalian sampai mati.

Aku pernah baca di novel judulnya Diary Pramugari, katanya seseirang tidak mungkin meninggalkan kita kalau kitanya belum siap. Mungkin menurut papap aku sudah siap.. Mama sudah siap.. Teteh juga sudah siap... Kalau ditanya siap atau tidak tentu saja kami semua tidak akan pernah siap. Tapi ini semua adalah rencana Allah swt, dan rencana-Nya tak pernah salah.

Aku kangen becandaan papap. Ketawa papap. Marahnya papap..
Papap yang tiap malem nina bobo-in aku pakai sholawat waktu aku kecil..
Papap yang tiap mau berangkat kerja selalu bilang ke aku waktu kecil, "yang sholehah, yaa!"
Kalau ke aku yang udah remaja biasanya nanya, "Nanti pulang jam berapa?", hehe.
Papap yang tiap jam 4 sore pulang kerja, aku ambilin air minum, terus papap tidur sampai maghrib..
Papap yang saat di akhir-akhir sebelum 'pergi' selalu terlihat berat saat aku akan pergi kuliah...
Oh, I can't get you off of my mind.

Papap, nanti dateng, ya, kalau aku wisuda. Masih lama, sih.. Tapi aku usahakan lulus tepat waktu. Oh, iya! Papap juga harus ada saat aku menikah nanti. Papap harus melihat suami aku, yang akan menggantikan posisi papap sebagai imam aku. Dan aku berharap itu Arief. Restui hubunganku dengan Arief, ya, pap?:)
I love you, Pap...

Your silly daughter, SKN.


Foto yang diambil waktu lebaran 1433 H.
I never knew that you wouldn't be there again in the following year....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar